ʽʽBahasa inggris dan budaya masyarakat
kita”
Mungkin semua orang sudah tau bahwa
dalam era global ini pentingnya bahasa inggris tidak bisa disangkal lagi,
karena bahasa inggris adalah bahasa dunia atau lebih populernya lagi disebut
bahasa internasional yang seharunya dipelajari sejak usia dini. Layaknya
beberapa Negara telah menerapkan bahasa inggris sebagai bahasa kedua mereka,
seperti halnya ; Malaysia, Singappore
dan India. Memang, pemakaian bahasa ingris tidak digunakan oleh semua lapisan
masyarakat mereka. Tapi, dikalangan-kalangan tertentu seperti pelajar,
mahasiswa maupun para kalangan-kalangan artis-artisnya menggunakan bahasa
inggris dalam kehidupan sehari-hari. Itu pastinya sebuah contoh yang baik yang
harus ditiru dan diterapkan di Negara kita. Namun sekarang pertanyaannya adalah
, mengapa semua itu tidak dijalankan di
Negara kita? Mengapa semua itu sulit dijalankan di Negara kita.
Mungkin selama ini kita belum sadar
bahwa yang menyebabkan itu semua adalah tentunya dari diri kita sendiri, jelasnya
semua itu berawal dari budaya atau pemikiran masyarakat ditengah kita yang
sering menganggap bahwa seseorang yang
berkomunikasi dengan bahasa inggris dianggap “Show Off” alias Sok.
Terangnya tudingan-tudingan itu sering terdengar terlontar . Sebenarnya,
pemikiran-pemikiran seperti itu tidaklah benar, namun kembali lagi bahwa
pemikiran-pemikiran tersebut sudah mengendap di otak masyarakat kita dewasa
ini. Contoh kecil saja yang pernah saya saksikan di layar televisi, adalah
seorang artis meledek salah seorang rekan sesama artisnya yang kebetulan waktu
itu mencoba berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris. Malah, yang
terjadi malah si Artist itu mengomentari temannya sambil berkata, “ Sok
kebule-bulean loe!”. Walhasil, yang dikomentari menjadi kikuk dan tak
melanjutkan bahasa inggrisnya. “Wah, apa-apaan nih?!” pikirku dalam hati.
Seharunnya seorang public pigure itu memberikan support kepada sesama rekannya,
tapi malah sebaliknya.
Kalau dipikir-pikir……..pemikiran
dikalangan artis saja sudah demikian, lalu bagaimana dengan pandangan
masyarakat pada umumnya dengan bahasa inggris itu sendiri? Bisa-bisa phenomena
yang salah itu dianggap wajar. Cobalh untuk hentikan pemikiran-pemikiran yang
salah itu, karena itu adalah pemikiran yang kuno yang tidak seharunya kita
emban. Karena, jelas-jelas itu tidak wajar dan akan membuat kemajuan dinegara
kita terhambat alias ketinggalan zaman.
Written by : anang guman
Mataram, 2015
Sepasang kekasih
Masih dinginnya nuansa diujung pagi
Kubuka jendela kamar dengan ujung jemari
Sejenak kuterdiam berdiri
Kulihat sepasang kupu-kupu menari-nari
Kucoba keluar penuh tanya dalam hati
Kuikuti kemana arah terbangnya tak terhenti
Tak kusadari t’lah terbawa ke dalam taman bunga yang
berseri-seri
Sekilas diantara bunga berwarna-warni
Kulihat sepasang kekasih memadu perasaan hati
Bahagia menyinari harap cinta tak ternodai
Sungguh indah suasana terciptakan
Tatkala keduanya dengan mesra berdekapan
Kemudian, kedua jemarinya pun bergenggaman
Kembali berangkulan, tak ingin terpisahkan
Satukan ketulusan dalam perjanjian
Tak lama kemudian, mereka berlari-larian
Di sekitar aneka kuntum bunga yang bermekaran
Hadirkan tawa, penuh kegirangan
Hadirkan senyum, penuh kebahagiaan
Mereka lengah dalam dunia percintaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar