Kamis, 23 Juli 2015

les privat bahasa inggris murah di mataram,Lombok



 Mr.Gullman  PRIVATE ENGLISH

Pengen Belajar Bahasa Inggris DI RUMAH!!!

KENAPA ENGGAk!!

TUTORIAL Kami Akan Siap Datang Ke Rumah Anda!!!

*     Udah pernah kursus bahasa inggris tapi belum ngerti-ngerti!
*     Pengen bisa cas cis cus tapi kagak tau metode mesti dari mana!
*     Pengen banget menguasai Tenses dengan singkat dan kilat!


Kami Punya  TUTORIAL  Yang Siap Membantu Anda Yang Ingin Belajar Privat Di Rumah!

Hanya 250 ribuan/bulan
Untuk segala umur..!
Bonus practice dengan native speaker..!!

Hubungi : 087765318829

Kamis, 09 Juli 2015

budaya masyarakat kita tentang bahasa inggris

                       ʽʽBahasa inggris dan budaya masyarakat kita”
Mungkin semua orang sudah tau bahwa dalam era global ini pentingnya bahasa inggris tidak bisa disangkal lagi, karena bahasa inggris adalah bahasa dunia atau lebih populernya lagi disebut bahasa internasional yang seharunya dipelajari sejak usia dini. Layaknya beberapa Negara telah menerapkan bahasa inggris sebagai bahasa kedua mereka, seperti halnya ;  Malaysia, Singappore dan India. Memang, pemakaian bahasa ingris tidak digunakan oleh semua lapisan masyarakat mereka. Tapi, dikalangan-kalangan tertentu seperti pelajar, mahasiswa maupun para kalangan-kalangan artis-artisnya menggunakan bahasa inggris dalam kehidupan sehari-hari. Itu pastinya sebuah contoh yang baik yang harus ditiru dan diterapkan di Negara kita. Namun sekarang pertanyaannya adalah , mengapa semua itu  tidak dijalankan di Negara kita? Mengapa semua itu sulit dijalankan di Negara kita.
Mungkin selama ini kita belum sadar bahwa yang menyebabkan itu semua adalah tentunya dari diri kita sendiri, jelasnya semua itu berawal dari budaya atau pemikiran masyarakat ditengah kita yang sering menganggap bahwa seseorang yang  berkomunikasi dengan bahasa inggris dianggap “Show Off” alias Sok. Terangnya tudingan-tudingan itu sering terdengar terlontar . Sebenarnya, pemikiran-pemikiran seperti itu tidaklah benar, namun kembali lagi bahwa pemikiran-pemikiran tersebut sudah mengendap di otak masyarakat kita dewasa ini. Contoh kecil saja yang pernah saya saksikan di layar televisi, adalah seorang artis meledek salah seorang rekan sesama artisnya yang kebetulan waktu itu mencoba berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris. Malah, yang terjadi malah si Artist itu mengomentari temannya sambil berkata, “ Sok kebule-bulean loe!”. Walhasil, yang dikomentari menjadi kikuk dan tak melanjutkan bahasa inggrisnya. “Wah, apa-apaan nih?!” pikirku dalam hati. Seharunnya seorang public pigure itu memberikan support kepada sesama rekannya, tapi malah sebaliknya.
Kalau dipikir-pikir……..pemikiran dikalangan artis saja sudah demikian, lalu bagaimana dengan pandangan masyarakat pada umumnya dengan bahasa inggris itu sendiri? Bisa-bisa phenomena yang salah itu dianggap wajar. Cobalh untuk hentikan pemikiran-pemikiran yang salah itu, karena itu adalah pemikiran yang kuno yang tidak seharunya kita emban. Karena, jelas-jelas itu tidak wajar dan akan membuat kemajuan dinegara kita terhambat alias ketinggalan zaman.

Written by : anang guman
Mataram, 2015




























Sepasang kekasih

Masih dinginnya nuansa diujung pagi
Kubuka jendela kamar dengan ujung jemari
Sejenak kuterdiam berdiri
Kulihat sepasang kupu-kupu menari-nari
Kucoba keluar penuh tanya dalam hati

Kuikuti kemana arah terbangnya tak terhenti
Tak kusadari t’lah terbawa ke dalam taman bunga yang berseri-seri
Sekilas diantara bunga berwarna-warni
Kulihat sepasang kekasih memadu perasaan hati
Bahagia menyinari harap cinta tak ternodai

Sungguh indah suasana terciptakan
Tatkala keduanya dengan mesra berdekapan
Kemudian, kedua jemarinya pun bergenggaman
Kembali berangkulan, tak ingin terpisahkan
Satukan ketulusan dalam perjanjian

Tak lama kemudian, mereka berlari-larian
Di sekitar aneka kuntum bunga yang bermekaran
Hadirkan tawa, penuh kegirangan
Hadirkan senyum, penuh kebahagiaan
Mereka lengah dalam dunia percintaan

cerpen religi

AKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH
CERPEN : Anang Guman
Matahari baru saja terlihat tergelincir ke arah barat, bersamaan dengan usainya pelajaranku di kampus. Sore itu t’lah kuputuskan untuk berjalan kaki pulang ke rumah, karena kebetulan rumahku tak begitu jauh dari kampus. Pikiranku menjadi fresh sore-sore berjalan melintasi persawahan yang membentang di sepanjang jalan dari kampus. Sebentar saja keringat mengucur di dahiku. Tak apalah, itung-itung jogging sore-sore.Kataku dalam hati. Tak seperti biasanya di jalanan tampak sepi, hanya seorang petani dari kejauhan terlihat sedang menggarap sawahnya. Sesaat kemudian, tak biasanya juga angin berhembus agak kencang menerpa rambut panjangku yang terurai. Tiba-tiba saja sebuah kendaraan melintas dari belakangku. Sekilas aku melihat pengendara itu adalah seorang pemuda mengenakan baju koko lengkap dengan songkok putih dan sorban yang diselempangkan di bahunya. Mungkin dikarenakan tiupan angin yang begitu kencang sehingga membuat sorban yang dikenakan pemuda itu jatuh di jalan. Akupun berlari kecil mendekati kain yang berwarna putih itu dan meneriaki pemuda tersebut.